Sekarang Giliran Malaysia Perlonggar Lockdown Demi Sektor Bisnis

0
248

Menurut Perdana Menteri Malaysia, negara mengalami kerugian setara 223 Triliun Rupiah setiap harinya akibat pemberlakuan Movement Control Order (MCO). Merespon perekonomian nasional yang turun drastis, 29 April 2020 lalu Perdana Menteri mengumumkan pelonggaran MCO.

Masyarakat mulai diberikan ijin untuk melakukan mobilitas. Bahkan rencananya, Perdana Menteri akan membuka kembali Sebagian sektor ekonomi Malaysia untuk menstabilkan keuangan negara.

Longgarnya MCO Bagi Rakyat Malaysia

Bisa dibuka kembali sebagian sektor ekonomi di Malaysia, secara perlahan akan membuat kondisi ekonomi Malaysia akan berangsur lebih baik. Masyarakat dapat kembali berjualan dan berangkat ke kantor, sehingga mereka bisa mulai mendapatkan pemasukan kembali.

Bergeraknya sektor bisnis juga akan memberikan dampak positif pada perekonomian Malaysia. Meskipun belum bisa kembali ke kondisi normal, setidaknya kerugian yang dialami Malaysia tidak mencapai 223 Triliun Rupiah setiap harinya. Secara jangka panjang, setidaknya ekonomi Malaysia akan lebih siap ketika pandemi sudah hilang, dibandingkan negara-negara lainya yang masih berkutat pada penurunan jumlah kasus pandemi seperti Indonesia.

Namun memang perlu adanya prosedur kontrol kesehatan yang ketat. Sebab jika dibuatkan regulasi, dikhawatirkan penularan Covid-19 akan kembali melonjak. Ketika kegiatan perkantoran kembali dibuka, ada pegawai-pegawai yang masuk kantor untuk bekerja. Jika interaksi tidak diatur sesuai prosedur kesehatan, bisa jadi para karyawan akan saling menularkan virus dan menyebar di kantor. Kemudian dibawa pulang kerumah dan menular pada keluarga.

Hal yang tidak diinginkan, seperti terjadinya gelombang infeksi ke-2 bisa saja terjadi. Bila hal tersebut tidak diatasi, bukan tidak mungkin Pemerintah Malaysia akan menghadapi kondisi yang jauh lebih parah.

Apakah Indonesia juga perlu melonggarkan pembatasan sosial seperti Malaysia ?

Di Indonesia, Walaupun masih bisa bekerja, namun pendapatan perusahaan baik milik negeri atau swasta menurun pesat. Sehingga banyak terjadi kasus PHK di Indonesia. Sehingga pertanyaannya, apakah Indonesia perlu melonggarkan pembatasan sosial seperti Malaysia supaya ekonomi Indonesia berangsung lebih baik dari sebelumnya?

Langkah Pemerintah Malaysia melonggarkan pembatasan disebabkan tren kasus infeksi harian yang rendah. Sedangkan di Indonesia, hingga 4 Mei 2020 12.00 pemerintah mengumumkan jumlah kasus positif Covid-19 mencapai 11.587 kasus. Dengan jumlah pasien sembuh 1.954 kasus dan kematian 864 kasus. 8.769 lainya masih dalamperawatan.

Dengan kondisi tersebut, Indonesia belum siap menghadapi pelonggaran PSBB yang selama ini justru terkesan belum optimal dilakukan oleh pemerintah. Karena jika semakin dilonggarkan dan semakin tinggi kasus infeksi Covid-19, yang secara jangka panjang bisa menyebabkan semakin memperburuk kondisi ekonomi Indonesia.

Sumber Referensi:
https://www.businessinsider.my/malaysia-relaxed-some-movement-restriction-rules-to-allow-more-than-one-person-to-go-out-for-groceries
https://www.businessinsider.my/malaysians-wont-be-able-to-leave-the-country-for-2-weeks-heres-why-the-movement-control-order-is-not-a-lockdown

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here