Kangen Traveling Dengan Pesawat ? Begini Kondisi Industri Penerbangan Dunia Saat Ini

0
289
Sumber gambar : https://www.pexels.com/photo/photography-of-airplane-during-sunrise-723240/
Sumber gambar : https://www.pexels.com/photo/photography-of-airplane-during-sunrise-723240/

Industri penerbangan adalah salah satu industri yang krusial bagi sebuah negara. Setiap negara akan membutuhkan industri penerbangan untuk menghubungkan antar negara hingga antar benua, baik untuk urusan traveling, urusan hubungan bisnis bahkan urusan kerjasama antar negara.

Perusahaan penerbangan pastinya mempekerjakan ribuan orang, menopang mata pencaharian puluhan juta orang, sehingga keberadaan perusahaan penerbangan menjadi sangat penting bagi sebuah negara.

Pasca terjadinya pandemi, hal ini berdampak signifikan terhadap nasib perusahaan penerbangan. Pendapatan mereka berkurang hingga 80%, namun dituntut harus bisa bertahan. Meski itu artinya harus memangkas banyak pekerja.

Seperti yang dilakukan oleh British Airways yang berbasis di UK, dimana mereka melakukan PHK hingga 12.000 posisi dari 42.000 tenaga kerja. Hal yang serupa juga dilakukan oleh Easyjet yang telah memberhentikan 4.000 awak kabin selama 2 bulan,sementara Qantas, maskapai penerbangan Asutralia,  memecat 20.000 staf.

Untuk menghadapi masa krisis ini, Direktur Jenderal Asosiasi Transportasi Udara Internasional, Alexandre de Juniac, mengatakan โ€œDibutuhkan perencanaan ulang secara global bagi perusahaan penerbangan di seluruh dunia.โ€

Mereka harus memiliki cara untuk menghadapi kebijakan negara dalam melakukan pembatasan penerbangan. Direktur Jenderal Asosiasi Transportasi Udara Internasional berpikir perkiraan pembukaan penerbangan akan dilakukan secara bertahap. Dimulai dari domestik masing-masing negara terlebih dahulu, diikuti dengan internasional jarak pendek.

Salah satunya permasalahan yang masih belum terselesaikan adalah bagaimana mengatur penerbangan untuk kelas regular namun dengan menerapkan physical distancing. Beberapa maskapai akhirnya terpaksa tetap membuka penerbangan dengan membiarkan kursi tengahnya kosong guna menerapkan physical distancing.

Bagi Karen Dee, kepala Eksekutif Asosiasi Operator Bandara, rencana yang seperti itu bisa saja dilakukan. Namun jika hal itu diterapkan untuk jangka waktu yang lama, maka kerugian besar tidak bisa terelakkan.

Hal itu pula yang harus dihadapi oleh penerbangan di Indonesia. Padahal sebelumnya industri penerbangan memberikan peran yang cukup besar bagi perekonomian Indonesia. Perusahaan di satu sisi harus bisa survive dan menjalankan bisnisnya, tapi di sisi lain harus mengikuti kebijakan yang membuat mereka mengalami kerugian pada akhirnya.

Pada akhirnya kita hanya bisa berharap penelitian vaksin bisa membuahkan hasil, sehingga aktivitas bisa kembali dijalankan normal termasuk untuk perusahaan penerbangan.

Sumber referensi : https://www.bbc.com/news/business-52441652

Sumber gambar : https://www.pexels.com/photo/photography-of-airplane-during-sunrise-723240/

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here