Inggris : Meski Kurva Covid-19 Turun, Jangan Gegabah!

0
265
Sumber gambar : https://unsplash.com/photos/Jbf9nNe_qaE
Sumber gambar : https://unsplash.com/photos/Jbf9nNe_qaE

Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson memberikan kabar gembira dalam penampilan perdananya nya Kamis 30 April 2020, setelah sembuh dari Covid-19, bahwa Inggris telat melewati kurva puncak persebaran pandemi Covid-19.

Beberapa negara yang telah melewati masa puncak pandei mulai merencanakan pelonggaran status lockdown guna menggerakan kembali sektor-sektor bisnis. Namun, Pemerintah Inggris masih belum mengambil keputusan untuk membuka lockdown dan membuka kembali sektor-sektor bisnis.

Implikasi Kebijakan Pemerintah Bagi Ekonomi Masyarakat

Inggris sudah sejak enam minggu lalu menerapkan lockdown, membatasi segala aktifvitas sosial dan ekonomi. Termasuk dengan menutup toko-toko yang tidak termasuk kedalam sektor prioritas. Dampaknya, banyak masyarakat yang kehilangan pemasukan.

Pembukaan lockdown akan berimbas pada pemulihan ekonomi nasional. Pemilik bisnis bisa memutar uang mereka, sedangkan pekerja mendapatkan pemasukan. Namun dibalik keuntungan tersebut, angka infeksi bisa kembali naik.

Pemerintah Inggris berjanji memulihkan ekonomi nasional dengan berbagai cara agar kembali stabil dan kuat meskipun kebijakan lockdown akan tetap dilakukan. Hal Ini menunjukan komitmen Pemerintah Inggris yang kuat dalam bidang ekonomi. Namun di satu sisi, Komitmen ini menyiratkan bahwa resiko dari pelonggaran lockdown dianggap masih terlalu besar.

Komitmen Pemerintah bisa dimengerti karena bila terlalu gegabah mengambil keputusan, bukan tidak mungkin Inggris akan mengalami puncak pandemi covid-19 untuk yang kedua kalinya. Bila ini terjadi, Inggris akan berada pada posisi yang lebih merugikan secara jangka panjang.

Sebagai konsekuensi perpanjangan kebijakan lockdown, pemerintah harus membuat berbagai jaring pengaman sosial untuk membantu perekonomian rakyatnya. Bila program-program jaring pengaman sosial tidak disiapkan, maka rakyat akan menjadi korbannya dan secara jangka panjang akan menjadi beban ekonomi nasional. Pemerintah juga harus membuat indikator yang akurat tentang kapan pemerintah harus mengambil resiko pembukaan kembali sektor bisnis.

Implikasi Kebijakan Pemerintah Bagi Ekonomi Masyarakat Indonesia

Jika berkaca pada kebijakan Inggris, saat ini Indonesia memang tidak menerapkan kebijakan lockdown. Pemerintah lebih memilih untuk melakukan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) di beberapa daerah zona merah persebaran Covid-19.

Saat ini, hanya 11 sektor bisnis yang dinilai prioritas yang diperbolehkan tetap beroprasi. Bila pemerintah ingin memperluas ijin ke sektor-sektor yang lain, Pemerintah Indonesia juga harus berhati-hati seperti Pemerintah Inggris. Keputusan yang gegabah hanya memberikan angin segar sesaat saja.

Sumber Referensi:
https://www.cnbc.com/2020/04/30/pm-boris-johnson-says-uk-is-past-the-peak-of-the-coronavirus-outbreak.html
https://www.cnnindonesia.com/internasional/20200421133403-134-495645/inggris-pertahankan-lockdown-hindari-gelombang-susulan-corona

Sumber gambar :
https://unsplash.com/photos/Jbf9nNe_qaE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here