Angka Pengangguran Di Amerika Membludak, Berat Untuk Lanjutkan Lockdown

0
175
Sumber Foto: https://washingtondailyreport.com/wp-content/uploads/2020/04/111775886_061050208.jpg
Sumber Foto: https://washingtondailyreport.com/wp-content/uploads/2020/04/111775886_061050208.jpg

Amerika mulai mengatur rencana untuk membuka kembali geliat bisnis ekonomi negaranya setelah tren penularan Covid-19 menurun. Setiap negara bagian telah menyusun rencananya masing-masing untuk mulai membangun kembali ekonomi negaranya pada awal Mei.

Setelah hampir sebulan penuh ditutup. Rencana pembukaan itu berbeda-beda, namun jika dilihat garis besarnya hampir sama. Negara mulai membuka bisnis-bisnis penting yang menyangkut hajat hidup orang banyak, dengan syarat mereka tetap menjalankan protokol pencegahan covid secara ketat yang jika melanggar dikenai denda besar. Sementara bisnis hiburan dan sekolah tetap tutup.

Langkah Amerika Menyelamatkan 30,3 Juta Pengangguran Baru

Sejak diberlakukannya lockdown, perusahaan dan toko-toko dipaksa untuk tutup. Hal ini menyebabkan terjadi defisit ekonomi di Amerika. Selama 6 minggu pemberlakuan lockdown, tercatat ada 30,3 juta pengangguran baru.

Bila melihat angka infeksi corona yang semakin menurun, ditambah tren-tren kasus di berbagai negara di dunia yang juga mengalami penurunan, maka langkah Pemerintah Amerika dalam menyelamatkan perekonomian nasional merupakan langkah yang layak di ambil pemerintah. Bila dibiarkan, jumlah pengangguran akan semakin bertambah.

Berbagai sektor bisnis khususnya yang ada pada skala kecil menengah juga berpotensi runtuh. Tidak adanya pemasukan membuat perusahaan tidak bisa menggaji karyawan, tagihan, maupun biaya oprasional lainya yang tetap berjalan. Bagi perusahaan dengan kas yang terbatas, tinggal menghitung waktu untuk mengalami kebangkrutan.

Bila lockdown dibiarkan terus menerus, maka perekonomian akan sangat sulit bangkit mengingat unsur pekerja serta industri-industri kecil menengah menjadi unsur penting dalam bergeraknya ekonomi nasional.

Apakah Sudah Waktunya Indonesia Membuka Sektor Bisnis?

Dalam penerapan pelonggaran status lockdown di Amerika, kebijakan yang diambil masing-masing negara bagian terjadi perbedaan. Kay Ivey, gubernur Alabama memberikan ijin kepada sektor bisnis selama menerapkan physical distancing minimal 6 meter, dan membatasi perkumpulan maksimal 10 orang karyawan. Namun, Doug Ducey, Gubernur Arizona masih belum berencana membuka sektor bisnis karena masih perlu menghitung faktor resiko yang harus dihadapi.

Sebelum mengambil keputusan, Pemerintah Indonesia juga harus memperhitungkan berbagai variabel bila ingin membuka kembali sektor bisnis. Sampai kapan perusahaan dan pengusaha bisa bertahan?
Bagaimana urgensitasnya?
Berapa besar resikonya?
Bagaimana mekanismenya?

Dalam penerapanya, kebijakan juga bisa tidak harus sama dalam ruang lingkup nasional, mengingat Indonesia wilayah yang sangat luas. Masing-masing daerah memiliki karakter dan resiko yang berbeda-beda. Sehingga, kebijakan yang diambil harus bersifat adaptif.

Sumber data:
https://www.cnbc.com/2020/04/30/coronavirus-states-lifting-stay-at-home-orders-reopening-businesses.html

Sumber Foto:
https://washingtondailyreport.com/wp-content/uploads/2020/04/111775886_061050208.jpg

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here