Kabar Baik Untuk Para Pengusaha! Pemerintah Berikan Stimulus Ekonomi Akibat Covid-19

0
219
sumber gambar : https://unsplash.com/photos/XYQPyn4KkiY
sumber gambar : https://unsplash.com/photos/XYQPyn4KkiY

Pemerintah melakukan berbagai upaya untuk menangani permasalahan-permasalahan yang timbul dan mengancam kehidupan masyarakat sebagai dampak covid-19. Fokus utama pemerintah tertuju pada 3 sektor yakni kesehatan, ketahanan masyarakat kelas bawah, dan keberlangsungan UKM.

Pada dua sektor berupa kesehatan dan ketahanan masyarakat sepertinya sudah banyak dibahas oleh media. Sehingga hampir seluruh masyarakat secara mudah mendapatkan informasi tersebut. Namun, pada sektor yang terakhir nampaknya pembahasan media cenderung terpotong-potong dan tidak utuh. Jika Anda pengusaha, apa saja stimulus ekonomi pemerintah dan seberapa besar dampaknya bagi usaha Anda? Seharusnya sebagai pengusaha Anda fasih menjawabnya? Nah! Bagi Anda yang belum secara utuh mengetahui stimulus ekonomi di sektor usaha, maka berikut penjelasannya.

Direktorat Jenderal Pajak mengimbau wajib pajak yang bergerak di bidang usaha yang berhak mendapatkan insentif pajak sesuai PMK-23/2020 namun belum menyampaikan SPT 2018 untuk segera menyampaikan SPT 2018 dengan mencantumkan KLU yang sesuai dengan kondisi yang sebenarnya agar dapat memanfaatkan insentif pajak tersebut. Dana yang digelontorkan untuk memberikan kelonggaran pajak tersebut diperkirakan Rp 35,3 triliun, termasuk pembebasan pajak terhadap UMKM selama enam bulan agar mereka bisa tetap bertahan hidup. Guna mendukung paket insentif tersebut, pemerintah akan segera merevisi Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 23 Tahun 2020 yang mengatur insentif pajak untuk 19 sektor industri manufaktur.

Stimulus untuk UMKM dan Koperasi diberikan pemerintah melalui relaksasi kredit untuk KUR, kemudian sedang disiapkan juga untuk relaksasi kredit melalui PNM dan Pegadaian. Untuk KUR telah diterbitkan Permenko Perekonomian No. 6 Tahun 2020 tentang Perlakuan Khusus bagi Penerima KUR yang Terdampak Covid-19, dengan memberikan penundaan angsuran pokok dan pembebasan angsuran bunga. Jumlah akumulasi penerima KUR saat ini sebanyak 19,4 juta orang.

Untuk masyarakat kecil penerima KUR yang terdampak pandemi Covid-19, pemerintah telah mengalokasikan dana sebesar Rp6,1 triliun, untuk memberikan keringanan berupa pembebasan angsuran bunga dan penundaan angsuran pokok selama 6 bulan.

Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 11/POJK.03/2020, yang antara lain mencantumkan bahwa restrukturisasi kredit atau pembiayaan dilakukan terhadap kredit atau pembiayaan yang diberikan sebelum maupun setelah debitur terkena dampak penyebaran Covid-19.

Selanjutnya khusus untuk kebijakan pengurangan bunga dan tagihan KUR, terdapat beberapa syarat yang harus dipenuhi sebagai berikut:

Adapun kriteria penerima KUR yang mendapatkan perlakuan khusus adalah sebagai berikut:

Syarat Umum: (a) Kualitas kredit per 29 Februari 2020 yakni: (i) kolektabilitas performing loan (kolektabilitas 1 dan 2) dan tidak sedang dalam masa restrukturisasi; atau (ii) kolektabilitas performing loan (kolektabilitas 1 dan 2) dan dalam masa restrukturisasi, dapat diberikan stimulus dengan syarat restrukturisasi berjalan lancar sesuai PK restrukturisasi dan tidak memiliki tunggakan bunga dana atau pokok; dan (b) Bersikap kooperatif dan memiliki itikad baik.

Syarat Khusus: Penerima KUR mengurangi penurunan usaha dikarenakan minimal salah satu kondisi seperti: (a) Lokasi usaha berada daerah terdampak Covid-19 yang diumumkan pemerintah setempat; (b) Terjadi penurunan pendapatan atau omzet karena mengalami gangguan terkait Covid-19; dan (c) Terjadi gangguan terhadap proses produksi karena dampak Covid-19.

Itulah beberapa kebijakan yang mengarah pada stimulus ekonomi untuk dunia usaha. Jadi segera manfaatkan kesempatan ini, untuk kelancaran usaha Anda kedepannya.

Sumber : https://ekon.go.id/

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here