Amry Gunawan; Sang Profesor Jilbab

0
179
sumber foto : Jabar Ekspress
sumber foto : Jabar Ekspress

Menjadi seorang entrepreneur bukan lagi sekadar omong kosong belaka, kamu bisa mewujudkannya jika memiliki niat dan tekad yang kuat serta usaha tak kenal leha-leha.

Siapapun bisa menjadi wirausahawan sukses, siapapun kamu, dari manapun kamu berasal dan bagaimanapun masa lalumu. Jangan gali banyak alasan dalam dirimu untuk mehentikan langkahmu, untuk mematahkan mimpimu sendiri.

Telah banyak para entrepreneur sukses yang bisa kita jadikan sebagai motivasi untuk memacu semangat dalam diri.

Mustahil rasanya jika kita tidak tahu brand baju dan jilbab kenamaan Rabbani. Tahukah siapa yang mencetuskan mrek ini, ia adalah Amry Gunawan.

Amry Gunawan adalah produsen jilbab Rabbani (pada awalnya) namun lihatlah jika kita berkunjung ke Rabbani store bukan hanya jilbab yang dijual. Mulai dari aksesoris jilbab hingga baju muslim pria dan wanita juga anak terpajang rapi di setiap store yang tersebar hampir di seluruh wilayah Indonesia.

Amry Gunawan adalah sosok wirausahawan yang memulai usahanya dari nol, jatuh bangun menemani proses Amry dalam meniti karirnya hingga Rabbani menjadi salah satu brand pakaian muslim khususnya jilbab yang terkenal di Indonesia.

Amry Gunawan adalah seorang pria yang lahir di Aceh Utara pada tanggal 02 February 1967. Saat remaja Amry Gunawan memilih Bandung Jawa Barat sebagai tempat ia menimba ilmu dan masuk ke Universitas Padjajaran dengan mengambil jurusan Sastra Arab.

Diusia yang terbilang masih muda yakni 22 tahun Amry Gunawan menikahi seorang gadis bernama Nia Kurnia yang kini juga menjadi partner bisnisnya. Ah … inilah romantis, bukan hanya pasangan hidup namun juga pasangan bisnis hingga kini.

Tidak! Tidak semudah kemudian Rabbani dikenal seperti sekarang ini. Awalnya usaha yang digeluti Amry adalah berjualan kaset dan buku-buku islami di kampus tempat ia menimba ilmu.

Ada yang menarik dalam kisah Amry Gunawan, modal pertama yang ia gunakan untuk memulai usahanya adalah menggadaikan mahar yang ia berikan pada istrinya dan beruntung Amry memiliki mertua yang berbaik hati memberikan pinjaman modal. Dari sana ia bersemangat membangun usaha yang ia geluti.

Usahanya berjalan lancar, tidak sampai satu tahun Amry Gunawan mampu mengembalikan pinjaman modal dari mertuanya. Tapi sayangnya usaha penjualan kaset dan buku-buku islami ini tidak selamanya berjalan mulus, banyaknya kompetitor di bisnis yang sama membuat omset penjualan menurun drastis hingga akhirnya Amry memutuskan untuk berhenti berbisnis kaset dan buku.

Pada tahun 1994 Amry Gunawan bertekad membuka bisnis baru yakni berbisnis jilbab. Amry tidak melakukan bisnis ini sendiri, berkat dorongan semangat dan berbekal keahliaan sang istri dalam mendesain dan menjahit akhinrya Amry benar-benar terjun dalam bisnis jilbab.

Amry Gunawan adalah seorang wirausahawan cerdas yang pandai membaca peluang, kala itu di Bandung belum banyak produsen-produsen jilbab ditambah larangan bagi siswi-siswi untuk mengenakan jilbab ke Sekolah. Hal ini dibaca ari sebagai salah satu peluang juga, mengapa demikian? Amry Gunawan berpikir, biasanya dimana ada larangan disitulah ada minat yang kuat.

Bisnis jilbab yang dilakoni Amry Gunawan tidak selalu mulus namun berkat kegigihan dan kepercayaan dirinya ia terus mengeluarkan inovasi-inovasi baru dari produk-produk jilbab sebelumnya.

Amry Gunawan mendesain Jilbab instan berbahan dasar kaus dan selanjutnya model-model lainpun bermunculan seiring ide-ide yang terus bergulir dipikiran Beliau. Hal ini membuat konsumen semakin tertarik dengan jilbab-jilbab yang disuguhkan Rabbani.

Mrek Rabbani sendiri diambil dari Al-Qur’an yang berarti para pengabdi Allah yang mau mengajarkan dan diajarkan kitab Allah.

Awalnya outlet Rabbani hanya memiliki luas 2×3 meter bertempat di Bandung, tapi seiring berkembangnya bisnis jilbab Rabbani milik Amry Gunawan ini telah mengantarkan Rabbani menjadi produsen jilbab terbesar di Indonesia yang mempunyai outlet-outlet hampir di seluruh wilayah Indonesia.

~~~~~

Pasang surut, jatuh bangun. Begitulah bisnis, namun jangan menyerah hanya karena sepenggal kalimat itu. Wujudkan mimpimu untuk menjadi wirausahawan sukses dengan terus belajar dan mempraktikannya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here