𝗠𝗲𝗺𝗮𝘀𝘂𝗸𝗶 𝗠𝗮𝘀𝗮 𝗥𝗲𝘀𝗲𝘀𝗶 : 𝗞𝗶𝘁𝗮 𝗕𝗶𝘀𝗮 𝗔𝗽𝗮 ?

0
175
Sumber gambar : https://unsplash.com/photos/67GC0YaeGQc
Sumber gambar : https://unsplash.com/photos/67GC0YaeGQc

Perekonomian Indonesia menjadi lesu semenjak diberlakukan PSBB hingga sekarang. Fenomena banyaknya PHK secara besar-besaran, bisnis jadi lesu, menurunnya pendapatan dan salah satunya adalah resesi adalah akibat dari roda ekononomi yang kurang berjalan dengan lancar.

Dilaporkan sejak memasuki kuartal II, Indonesia mengalami penurunan ekonomi hingga 5,3 persen. Dengan roda ekonomi yang kurang berjalan secara normal, para pakar memprediksi pada kuartal III, perekonomian Indonesia akan masih minus.

Jika sudah begini, apa yang bisa kita lakukan ?

Mengutip dari 𝘚𝘶𝘳𝘷𝘪𝘷𝘪𝘯𝘨 𝘵𝘩𝘦 𝘙𝘦𝘤𝘦𝘴𝘴𝘪𝘰𝘯 : 𝘛𝘩𝘪𝘯𝘨𝘴 𝘵𝘰 𝘈𝘷𝘰𝘪𝘥 𝘢𝘯𝘥 𝘛𝘩𝘪𝘯𝘨𝘴 𝘵𝘰 𝘋𝘰 𝘪𝘧 𝘠𝘰𝘶 𝘈𝘳𝘦 𝘍𝘪𝘯𝘢𝘯𝘤𝘪𝘢𝘭𝘭𝘺 𝘊𝘳𝘢𝘴𝘩𝘪𝘯𝘨, ada beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk bertahan di tengah resesi, yaitu :

1. Terapkan gaya hidup sederhana

2. Hindari memberikan hutang atau jaminan ke suatu pihak

3. Mengumpulkan uang tunai ketimbang asset atau surat berharga

4. Membayar pajak

5. Menjual asset yang kurang penting sebelum resesi mencapai puncak.

Mengapa langkah tersebut dirasa bisa menyelamatkan kita dari resesi ?

Pada prinsipnya, yang harus kita lakukan adalah bertahan hidup. Sedangkan syarat untuk bertahan untuk bertahan hidup adalah kebutuhan bisa terpenuhi hingga masa resesi itu berakhir/ekonomi kembali normal.

Hal itu mensyaratkan transaksi untuk jual-beli alat pemenuhan kebutuhan harus lancar. Agar transaksi jual-beli untuk memenuhi kebutuhan bisa lancar, maka dibutuhkan uang tunai. Tidak mungkin juga kita hendak membeli sayur atau lauk di pasar atau di rumah makan menggunakan sertifikat rumah atau BPKB kendaraan bermotor kita, bukan ?

Untuk itulah, langkah memperbanyak persediaan uang tunai jadi langkah yang logis untuk kita lakukan. Agar setiap transaksi pembelian kebutuhan bisa lebih lancar dan kebutuhan kita bisa terpenuhi.

Mengenai langkah menghindari memberikan hutang dan menjual asset yang kurang penting, itu juga semata-mata untuk menambah persediaan uang tunai yang kita miliki. Agar persediaan bisa cukup hingga masa resesi berakhir.

Solusi untuk memastikan bahwa persediaan uang tunai kita cukup untuk menghadapi masa resesi adalah menerapkan gaya hidup sederhana. Sebab kita tidak pernah tahu kapan resesi ini benar-benar berakhir. Jika kita kehabisan stok uang tunai sebelum masa resesi berakhir, maka hal itulah yang membuat kita kewalahan menghadapi resesi.

Sebagai warga negara yang baik, maka membayar pajak juga menjadi salah satu langkah yang harus kita lakukan. Sebab dengan begitu, kebutuhan negara akan tercukupi dan membantu untuk memulihkan kembali kondisi ekonomi negara kita.

Semoga kita semua bisa bertahan menghadapi masa sulit ini.

Sumber referensi : https://www.narasi.tv/narasi-newsroom/oh-milenial-ditempa-krismon-1998-kini-hadapi-krisis-lagi

Sumber gambar : https://unsplash.com/photos/67GC0YaeGQc

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here